Kamis, 26 November 2015

Kembalikan semua yang hilang

Hujan,, apa kau bisa membawa kembali kenangan kenangan yang dulu sempat terukir? Katanya, kau selalu membawa kembali kenangan masa lalu. Katanya, setiap kau hadir, selalu ingat kenangan.
Tapi aku tidak mau mengingatnya. Aku hanya mau kenangan itu hadir kembali dalam cerita yang sama.
Aku hanya ingin, masa lalu ku kembali mengukir cerita cerita baru yang lebih indah.
Hujan,, apa kau mau membawa masalalu ku kembali? Apa kau juga menginginkan semua kembali?
Aku sangat rindu akan cerita cerita indahku dulu.
Sekarang, aku percaya. Bahwa kau memang selalu mengingatkan kenangan. Bahwa kau selalu bisa membawa kenangan itu kembali. Namun dengan wujud yang berbeda.
Bagaimana kau bisa sekejam itu? Selalu mengingatkan masalalu. Apa kau senang dengan itu? Apa kau senang melihat orang yang menyesal dan ingin memutar waktu?
Hujan, aku rasa hanya aku yang tidak menyukaimu. Maafkan aku yang takut akan hadirmu. Karna aku ga sanggup untuk mengingatnya. Kenangan yang begitu indah ini ga sanggup aku lihat kembali dalam rasa yang teramat menyakitkan.
Hujan, beri aku ukiran indah selanjutnya. Tanpa ada lagi tangisan kekecewaan.

Jumat, 16 Oktober 2015

Proses

Proses. Mungkin yang dinamakan proses itu adalah tahapan demi tahapan yang dilakukan dalam kehidupan untuk mencapai sesuatu.
Benar begitu?
Atau ada makna lain dari proses?
Katanya, semua itu butuh proses?
Tapi aku ga tau proses yang bagaimana yang di butuhkan.
Lalu, jika kita tidak beranjak melakukan sesuatu, apa proses itu datang sendiri?
Atau itu yang dinamakan butuh proses?

Kamis, 15 Oktober 2015

Peduli itu akan hilang

Lalu. Mungkin benar, bahwa kepedulian itu sudah musnah.
Benar bahwa sudah tidak ada lagi kata peduli..
Jadi, apa salah jika aku masih terlalu berharap?
Bagaimana caranya agar aku berhenti berharap?
Bagaimana jika ternyata aku yang salah mengartikan?
Bagaimana jika aku sudah terlanjur tidak peduli dan berhenti berharap tapi ternyata dia masih peduli?
Adakah tanda khusus yang menunjukkan bahwa peduli itu sudah hilang?
Baik, saya akan berusaha untuk perlahan berhenti

Selasa, 13 Oktober 2015

Kehancuran

Wanita. Wanita yang begitu mencintaimu, wanita yang begitu menyayangimu melebihi apapun, wanita yang juga kau cintai, kau dambakan. Kini hancur.
Kamu menghancurkan wanitamu.
Kamu menghancurkan hatinya begitu dalam dengan semua kelakuanmu.
Kamu tidak tau betapa tulusnya dia mencintaimu. Hingga kau hancurkan dia, dia tetap mencintaimu.
Kamu tidak tau betapa hancurnya dia saat kamu menyakitinya berkali-kali.
Dia hanya menyakitimu satu kali. Dan itu penyebab dari kelakuanmu.
Tapi kamu menyakitinya berkali-kali seolah kamu yang paling tersakiti.
Tapi lihatkah? Lihatkah dia berjalan?
Dia tetap berdiri ditempat untuk menunggumu kembali dalam pelukannya,. Meski kau telah sakiti hatinya sampai hancur.
Taukah kamu bahwa dia selalu memaafkan? Padahal hatinya seperti serpihan kaca yang sulit untuk disatukan lagi.?
Taukah kamu betapa menderita dan tersiksanya dia?
Tidak. Aku yakin kamu tidak tau.

Berbeda

Berbeda. Ya. Semua sudah berbeda.
Sudah saatnya menjadi berbeda.
Banyak hal yang tidak aku sukai dengan perbedaan.
Mengapa harus ada kata berbeda? Mengapa tidak selamanya sama?
Aku menyesali perbuatanku yang menjadikan perbedaan.

Aku ingin memberontak, tapi entah kepada siapa aku harus memberontak.

Aku menginginkan semuanya kembali.
Kembali seperti dulu. Saat semua masih terasa indah.

Aku menginginkan kamu yang masih peduli kepadaku.
Menginginkan kamu yang selalu ada untukku.
Tapi, semua itu telah berubah menjadi ketidakpedulian.
Berubah menjadi acuh.

Kemana kamu yang dulu? Kemana kamu yang dulu begitu sangat peduli?
Kemana kamu pergi?
Tidak maukah kamu kembali mengulang masa-masa itu?
Tidak maukah kamu pulang?
Aku ingin kamu kembali. Pulanglah..

Senin, 12 Oktober 2015

Ikhlaskan

Tuhann ajari aku untuk ikhlas.
Ajari aku untuk bisa melanjutkan langkah demi langkah,.
Aku tau aku sudah berhenti begitu lama, sehingga aku tertinggal begitu jauh.
Aku tau Tuhan,..

Tuhan, hanya engkau yang mengerti semua ini.
Hanya engkau yang memahami perasaan ini.
Bisakah Kau dekap aku Tuhan. Tenangkan aku.

Tuhan, bolehkah aku mengeluh atas takdirku?
Bolehkah aku minta, tolong, ambil saja nyawaku?
Dosakah semua itu Tuhan?

Tuhan, aku hanya ingin semua berlalu sesuai yang aku inginkan.
Aku hanya ingin semua kembali seperti semula.
Bantu aku untuk itu Tuhan. Aku mohon.

Tidak harus menyesal

Lalu, kepada siapa aku harus menyalahkan semua ini?
Bisakah aku menyalahkan keadaan?
Bisakah aku menyalahkan orang lain?
Mungkin aku pernah menyalahkan orang lain yang terlibat. Aku juga pernah menyalahkan keadaan.
Mengapa semua menjadi seperti ini.
Mengapa semua menjadi berbeda?
Tidak. Aku tidak boleh menyalahkan siapa-siapa.
Karna semua ini kita sendiri yang berbuat.

Namun, bolehkah jika aku menyesal?
Bolehkah jika aku menginginkan waktu terulang kembali?
Rasanya,, ingin ku ulang semua kejadian ini.
Rasanya aku ingin menghimdari semua perbuatan yang mengakibatkan perbedaan ini.
Tapi, aku tau bahwa waktu memang terus berjalan. Dan tidak ada gunanya untuk menyesal.

Aku harus yakin, bahwa hal terindah sudah menantiku di ujung jalan.
Aku hanya perlu berjalan terus tanpa menyerah,.
Aku hanya perlu kuat untuk berjalan meraih keindahan itu.